Kamis, 08 Maret 2012

Dalam heningnya malam yang sangat syahdu
Gairah hidupkupun hilang merindu
Sejuta penyesalan penuhi ruang hampaku
Selimuti pekat ruang kalbuku
Membuat aku semakin pilu
...
Kini hatiku semakin pilu
Karena asa yang terganggu
Jauh dari dasar hatiku
Lewat torehan hati yang pilu
Kucurahkan jeritan hati ini
Kulayangkan kata maaf padamu
Sebagai tanda keseriusanku kepadamu

Senin, 05 Maret 2012






Tak mampu aku mengungkapkan keindahanmu dengan kata – kata
Karena kau teramat sempurna di mataku
Kau adalah orang yang membuatku merasakan cinta
Kau adalah makhluk Tuhan yang diciptakan untuk menjadi yang terindah
Namun kau diciptakan Tuhan bukanlah untukku
Kau tercipta untuk orang lain
Orang yang jauh lebih indah dariku
Apa kau tahu
Hatiku sakit mengetahui kenyataan ini
Mengetahui bahwa kau bukanlah untukku
Aku tak dapat lagi membendung air mataku
Aku menangis, aku sedih
Mengapa kenyataan ini begitu menyakitkan
Mengapa dunia tidak pernah memihakku
Akupun mencoba untuk melupakanmu
Aku tidak ingin melihatmu
Aku tidak ingin mendengar namamu
Aku benar – benar ingin melupakanmu
Tapi aku merasa sakit karena telah membohongi diriku sediri
Karena semakin aku ingin melupakanmu
Semakin kau melekat pada ingatanku
Aku tak tahu lagi harus bagaimana untuk melupakanmu
Tuhan, jika dia bukanlah untukku
Jangan kau biarkan aku tetap mencintainya
Bantu aku untuk melupakannya
Tapi aku berharap bahwa dia adalah untukku
Dia tercipta hanya untukku
Aku mohon Tuhan, jangan kau siksa aku seperti ini
Jika dia bukan untukku
Aku sudah berusaha untuk melupakannya
Tapi itu semua tidak ada hasil nya 
Tolong aku Tuhan, beri aku kepastian

Jumat, 02 Maret 2012

Tanpa Arti



Bagi dunia, aku bukan apapun.
Bagi seseorang, aku bukan siapapun.
dan Bagimu, aku ini apa dan aku bukan siapapun?
Tak pernah ada manusia yang menganggapku lebih atau berarti. Aku ini seperti sampah, dibuang saat tak lagi dibutuhkan.
Lihatlah, berapa dari mereka yang menganggapku berarti? Bahkan seseorang yang aku merasa dia mencintaiku dan aku mencintainya, dia menganggapku tak lebih dari seorang penganggu.
Begitu buruknyakah aku ini ?
Apa tak cukup arti dari semua yang saya lakukan untuk mu? Apa tak cukup arti beribu pengorbanan walau akhir nya akan sia – sia seperti ini ?
Aku adalah tak berarti. Aku bukan siapapun untuk mampu mengubah apapun. Bagai sehembus nafas, menjadi terlupa saat hembus berikut. Menjadi sesuatu yang wajib untuk ditinggalkan setelah semua hal yang terjadi. Menjadi sesuatu yang wajib untuk dilupakan setelah semua terekam mindala.
Aku ini seperti sebongkah batu. Seperti berhala yang pantas untuk ditumpas. Berhala busuk yang tak ada arti, bukan seperti sesembahan kaum pagan yang menjulang dalam kuil-kuil gemerlap yang dikerubuti ribuan.
Pernahkah kamu memperhatikan sampah? Teronggok kaku tak tersentuk setelah segala manis habis ditelan, menjadi sepah yang tak pantas ada bahkan untuk sekedar dikenang.
Aku bukan apapun untuk siapapun. Ini lah aku (TANPA ARTI).